Boltim Belajar Penanganan Stunting dan Program Akreditas Puskesmas Di Kabupaten Gorontalo

Boltim Belajar Penanganan Stunting dan Program Akreditas Puskesmas Di Kabupaten Gorontalo

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Olla Paputungan - Ifan Ceper 

 

 

 

GoSulut.Id -Limboto- Kabupaten Gorontalo di bidang kesehatan sejak akhir tahun 2018 menjadi tujuan studi banding untuk dua program kesehatan. Terkait penanggulangan Stunting dan program Akreditasi Puskesmas.

Sejak Kabupaten Gorontalo ditetap-kan menjadi pilot projek pencegahan stuting oleh Kementerian Kesehatan. Maka sudah  beberapa daerah yang melalukan studi tiru. Sebelumnya dari Kabupaten Pohuwato dan Bolmong Utara.

Hari ini kami mendapat kunjungan dari Kabupaten Bolmong Timur Provinsi Sulawesi Utara. Dan Insya ALLAH, kamis depan  kedatangan dari Kabupaten  Enrekang, Sulawesi Selatan.

Demikian pula  untuk Akreditasi Puskesmas sudah banyak daerah yang melakukan studi banding ke Puskesmas Dungaliyo Kabupaten Gorontao.

Tentunya dengan banyak daerah yang  melukan studi banding, membuat kami jajaran kesehatan Kabupaten Gorontalo terus melakukan pembenahan, perbaikan dan membuat inovasi lainnya dalam  rangka pelayanan kesehatan pada masyarakat.

”Kami sangat berterima kasih pada Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo yang terus  mensuport dalam hal anggaran. Karena atas arahan serta petunjuk-petunjuk-nya dalam program-program di bidang kesehatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Dr. Roni Sampir ditemui usai menerima tim kaji Kabupaten Boltim, diruang kerjanya, Jumat (26/4).

Kedatangan tim kerja Kabupaten Boltim yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Monggondow Timur, Ir. Mohamad Assagaf didampingi Kepala Dinas Kesehatan Boltim, Eko Marsidi bersama jajaran Kepala Puskesmas se Kabupaten Boltim berserta Kepala Desa. Disambut langsung oleh Sekrtaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Ir. Hadijah U. Tayeb serta didampingi Kadis Kesehatan Kabupaten Gorontalo Dr. Rony Sampir di Ruang Pola Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo.

Dalam kesempatan itu Sekda Boltim, Ir. Mohammad menyampaikan terima kasih pada Pemkab Gorontalo yang telah menyambut baik kedatangan rombongan Pemkab Boltim, serta bersedia berbagi pengetahuan dalam hal menanggulangi bidang kesehatan dan penerapan intervensi Stunting.

Dirinya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak dalam penanganan Kesehatan serta Pencegahan Stunting di Kabupaten Boltim, sebab telah belajar dari pengalaman dan keberhasilan Pemkab Gorontalo.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Gorontalo, Ir. Hadijah Tayeb dalam sambutannya, berharap kerjasama antara Pemkab Gorontalo dan Boltim akan terus berlanjut, tidak hanya di bidang kesehatan melainkan di bidang-bidang lainnya.

Lebih lanjut Hadijah U Tayeb, dijelaskan dalam menangani stunting, Pemkab Gorontalo menjalankan strategi dengan melibatkan intervensi spesifik dan sensitif lintas sektoral Pemerintah Daerah.

“Selain itu, Pemkab Gorontalo melakukan berbagai inovasi, salah satunya pengadaan Pos Gizi yang merupakan tindaklanjut kegiatan Posyandu. Dimana jika ditemukan anak balita bermasalah gizi akan dilakukan pemberian makanan lengkap keluarga selama 12 hari,” ujar Hadijah U Tayeb.

Pemkab Boltim pun dipersilakan untuk melihat langsung bagaimana upaya serta strategi yang ditempuh dalam penanganan stunting di Kabupaten Gorontalo.

Diketahui, Kabupaten Gorontalo berhasil menurunkan angka stunting dari angka 32,3 % pada Tahun 2015 menjadi 5,9 % di Tahun 2018. Terkait dengan itu, dikatakan capaian penurunan angka stunting di Kabupaten Gorontalo merupakan hasil kerja semua pihak yang saling bersinergi.

Selan itu, Sekda Hadijah U Tayeb menambahkan, Dari 21 Puskesmas di 19 Kecamatan di Kabupaten Gorontalo salah satu Puskesmas Akreditas Paripurna berada Kecamatan Dungaliyo.

”Bahkan untuk 2018 sebelas Puskesmas sudah menjadi Puskemas BLUD serta Tahun 2019 Insya ALLAH 10 Puskesmas lagi,” kata Hadijah U Tayeb.***