Benarkah Proyek Di Pasar Limboto Berbandrol 4 Milyar Lebih Terjadi Mark Up, Manto Lahili : Tuduhan Mereka Tak Benar

Benarkah Proyek Di Pasar Limboto Berbandrol 4 Milyar Lebih Terjadi Mark Up, Manto Lahili : Tuduhan Mereka Tak Benar

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

 

www.gosulut.id -Limboto- Kembali di sorot pekerjaan pembangunan pasar yang berbandrol 4 Milyar 400 juta di Pasar Limboto di duga ada terjadi Mark Up dalam persoalan harga satuan.

Hal ini sampaikan oleh salah satu kontraktor yang masuk dalam penawaran tersebut. Menurut mereka harga ini sudah telalu pantastis, sebab kami saja dalam melakukan penawaran dengan menurunkan harga satuan 18% sekitar 700 juta,tapi masih longgar dalam harga satuan yang ada.

”Apalagi pekerjaan itu, hanya Tehel, Besi, Spandek dan  Paping saja tidak di tentukan K1 berapa, jadi memang pekerjaan pasar perlu ada kajian Tim Independent terkait harga satuannya,” ucap salah satu kontraktor yang masuk dalam penawaran tersebut.

Kami saja yang membuang harga sampai 700 juta, jika menang masih enak menikmati keuntungan, bagaimana jika menang hanya membuang harga 300 juta lebih.

”Pekerjaan proyek ini sangat menarik sekali, moga aja konsultan perencana dapat mempertangung jawabkan harga satuan yang di tetap-kan dalam proyek tersebut. Apalagi para OPD sebelum melakukan tender, memafarkan harga satuan di hadapan TP4D di hadiri langsung oleh Kejari Kabupaten Gorontalo Dr.Supriyanto di kantor Kejaksaan Limboto,”kata para Kontraktor.

Waktu di tanyakan, kenapa tidak melakukan sangahan terkait hasil tender di lakukan. Pertanyaan anda sama dengan pertanyaan para kontraktor lainnya.

”Tapi kami sudah mengigatkan pada pihak dinas, supaya mereka membentuk tim pengkaji terkait harga yang di duga terjadi Mark Up,” kata salah seorang kontraktor.

Waktu di mintai tangapannya Kabid Pasar, Manto Lahili mengatakan, tuduhan mereka semua itu tak benar dan tak berdasar. Dan Saya sudah undang Konsultan Perencana terkait semua itu, bahkan semuanya sudah di konsultasikan dengan Tim TP4D," tegas Manto Lahili.***