Benarkah Kejaksaan Negeri Limboto Bidik Anggota DPRD Dibalik Dana Aspirasi

Benarkah Kejaksaan Negeri Limboto Bidik Anggota DPRD Dibalik Dana Aspirasi

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Kembali masa aksi mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, guna meminta penegakan hokum, khususnya dugaan tindak pidana korupsi, yang sementara di tangani kejaksaan.

Lewat orator masa aksi,Taufik Buhungo meminta pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, segera menuntas-kan kasus Korupsi Dana Aspirasi yang saat ini masih misteri.

" Hal ini menyangkut reputasi, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Dr.Supriyanto, jika tidak ada satupun kasus yang bisa di proses khususnya Kasus korupsi, maka bisa dibilang gagal kepemimpinan hari ini," ucap Taufik Buhungo.

Dalang dari Dugaan Korupsi Dana Aspirasi dan SPPD Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, juga harus di telusuri oleh pihak Kejaksaan Negara Kabupaten Gorontalo, tambah Taufik Buhungo.

Masa aksi diterima oleh Kepala seksi perdata dan tata usaha negara (KasiDatun) Adam Hutamansyah.

Dalam penjelasannya Kasi Datun, Adam Hutamansyah, terkait tuntutan para pendemo.

” Jika hanya mempertanyakan keseriusan kami, dalam penanganan kasus dugaan korupsi. Kemarin tentu teman-teman semua sudah tahu, bahwa kami telah menetapkan dua orang tersangka, ini-lah bukti kesungguhan kami, saya kira itu nyata,” jelas Adam Hutamansyah.

Kemudian menyangkut Dana Aspirasi, memang penyelidikanya kami pending, karena kemarin kita sedang menyelesaikan pesta demokrasi.

”Jika itu terus kami lakukan untuk penegakan hokum, saat pesta demokrasi berlangsung. Di khawatirkan akan menimbulkan gesekan-gesekan yang kita tidak inginkan bersama ," ucap Adam Hutamansyah.

Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) sudah di keluarkan sejak tahun 2018 akhir, Namun dengan adanya pesta demokrasi Sprindik di perpanjang.Namun perpanjangan ini bukan berarti menghentikan, karena dalam penyelidikan tidak di kenal adanya penghentian.

”Nanti Insya ALLAH, sesudah 22 mei 2019, setelah seluruh rangkaian pesta demokrasi selesai, tim akan bekerja kembali untuk mengumpulkan alat-alat bukti. Sekarang sementara penyelidikan dan tentunya ada beberapa pekerjaan yang harus di periksa menyangkut aspirasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD),” Sambungnya.

Menurut Adam Hutamansyah, tidak semua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Gorontalo terlibat Dana Aspirasi, sehingganya nanti pihaknya akan menelusuri seluruh proses dan rangkaian mekanismenya.

"Perlu diketahui bahwa Anggota DPRD itu banyak, sehingganya kita harus liat satu-persatu mana yang memenuhi unsur, tidak boleh kita claim satu salah, sehingga semuanya demikian. Masih terus di telusuri keterlibatan para wakil rakyat dengan pekerjaanya, kemudian mekanisme pencairan anggaranya, bahkan keterlibatan dari Anggota Dewan itu sendiri. Kami tidak boleh semerta-merta, karena mereka yang mengajukan anggaranya, kemudian ada proyeknya, seolah-olah mereka yang bermain. Tolong pada teman-teman untuk tetap bersabar menunggu hasil penyelidikan," ucap Adam Hutamansyah.***