Benarkah Hutan Lindung Tanjung Panjang Pohuwato Terus Di Lakukan Pembabatan?

 Benarkah Hutan Lindung Tanjung Panjang Pohuwato Terus Di Lakukan Pembabatan?

GoSulut.Id – Pohuwato - Seyogyanya jika hutan dilindungi oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya karena telah diterbitkannya peraturan atau UU secara resmi oleh pemerintah,sehingga kepedulian dalam mengawasi serta melakukan perlindungan bisa diterapkan.

Pasalnya, karena hutan merupakan paru paru dunia untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang kita perlukan, dalam kaitan ini,  bahwa manusia membutuhkan eksistensi hutan, karena produk yang diperoleh dari hutan adalah oksigen yang sungguh luar biasa, sebab satu satunya kandungan udara yang menghidupi organ tubuh seluruh makhluk hidup dipermukaan bumi, ungkap masyarakat setempat di desa Imbodu Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato.

Namun, kenapa hutan lindung  Tanjung Panjang Di Kabupaten Pohuwato di bawah kepemimpinan Syarif Mbuinga, justru tidak mendapat perhatian serius dari aparat instansi yang berwenang?

Karena  di lokasi Tanjung Panjang berada diwilayah kecamatan Randangan, tepat-nya disebelah timur dan sebelah selatan desa Imbodu. Pada hari minggu (13/01) telah terjadi perambahan hutan mangrove saat Tim Investigasi GoSulut.Id dengan beberapa orang warga desa setempat.

” Warga setempat menyebut , pelaku pembabat hutan mangrove sebagai pemain lama yang sudah berkali kali melakukan perusakan dikawasan hutan lindung, sangat meresahkan warga setempat” Ujar Masyarakat setempat.

Disinyalir ada oknum aparat negara yang sengaja, merusak isi kawasan hutan tanjung panjang yang dihuni oleh jutaan pohon bakau (mangrove, red), tapi sampai saat ini cuma dibiarkan saja.

Hasil tumuan Tim Investigasi dilapangan oleh GoSulut.Id pada warga desa setempat, mereka menjelaskan keberadaan excavator yang digunakan dalam pembuatan tambak ikan dan udang.

Menurut warga setempat masuknya alat berat berupa excavator itu, masuk dikawasan hutang lindung, kemudian dipergunakan untuk membuat pematang pematang tambak beberapa pekan yang lalu.

Akibat kejadian itu, Tim Investigasi GoSulut.Id Maman Ntoma menghubingi Kepala Cagar Alam Tanjung Panjang Syamsudin Hadju untuk di mintai tangapan-nya, kerusakan itu di laur kawasan hutan Cagar Alam dan masuk kawasan hutan lindung.

"Setelah di dapat titik koordinat-nya kerusakan ditimbulkan, hanya pada kawasan hutan lindung, menjadi tanggung jawab Dinas Kehutanan Provinsi Gorontalo " Kata Syamsudin Hadju. (Tim)