Benarkah Dugaan Tindak Pidana Pemilu Melibatkan Onum Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo HP

Benarkah Dugaan Tindak Pidana Pemilu Melibatkan Onum Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo HP

Liputan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim 

Editor : Yance Harun  

 

 

GoSulut.Id –Limboto- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo setelah melalui proses pembahasan tingkat dua di Sentra Gakumdu. Terkait laporan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu penghinaan dan perusakan bendera partai Salah satu peserta pemilu resmi diteruskan ke pihak kepolisian.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Wahyudin Akili.SE di damping, Ketua Bawaslu Kecamatan Tilango Lius Hasan dan beberapa staf mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Guna Meneruskan Laporan Dugaan Pelanggaran tindak pidana Pemilu, senin (29/4).

Santer terdengar dugaan tindak pidana pemilu ini ikut melibatkan salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Gorontalo berinisial HP.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Wahyudin Akili.SE membenarkan bahwa pihaknya telah meneruskan proses penanganan kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu.

"Setelah melalui serangkaian proses penanganan pelanggaran dugaan tindak pidana pemilu di Sentra Gakkumdu. Maka secara resmi, pada hari senin (29/04/ 2019) Bawaslu Kabupaten Gorontalo, telah meneruskan laporan dugaan tindak pidana pemilu. Berupa penghinaan terhadap peserta pemilu yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang sebelumnya di laporkan oleh salah seorang masyarakat Kecamatan Tilango beberapa waktu yang lalu," kata Wahyudin Akili.

Terkait persoalan ini, pihak Bawaslu akan mengawasi terus proses-nya sampai selesai Dugaan Pelanggaran Pemilu ini.

"Penyidik punya waktu 14 hari untuk menyelesaikan penanganan perkara ini. Dan kami Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) senantiasa mengawal proses ini," ujar Wahyudin Akili.

Ketika awak media Gorontalo Sulut News ”www.gosulut.id” mempertanyakan, apakah benar perbuatan itu melibatkan salah satu oknum anggota DPRD ber-inisial HP? Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo menyatakan, tunggu saja pengembangan dari pihak penyidik.***