Bawaslu Kabupaten Gorontalo Tak Gentar Dengan Laporan

Bawaslu Kabupaten Gorontalo Tak Gentar Dengan Laporan

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

 

 

GoSulut.Id -Limboto- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo, angkat bicara soal informasi akan adanya laporan ke DKPP dan Kepolisian oleh salah salah satu partai.

”Terkait hasil investigasi terhadap dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu, tentang money politik, yang dilakukan pihaknya beberapa hari lalu saat  Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2 Desa Isimu Raya Kecamatan Tibawa,” ucap Wahyudin Akili.  

Dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu yang jadi temuan Bawaslu pada saat itu, diduga melibatkan anggota partai yang berbeda.

"Kami Bawaslu Kabupaten Gorontalo tidak akan tebang pilih dalam penanganan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu.Silahkan saja baca aturan yang digunakan di setiap penanganan temuan dan laporan dugaan pelanggaran pemilu mulai UU 7 2017, sampai aturan pelaksanaannya. Dalam Peraturan Bawaslu nomor 7 Tahun 2018, terkait dengan penanganan temuan dan laporan dugaan pelanggaran pemilu serta peraturan lainnya. Semua ini sudah di bahas tuntas dalam aturan itu serta kami sudah menjalankan seluruh proses serta perintah regulasi secara normatif dan sesuai ketentuan per-undang-undangan yang berlaku," ungkap Wahyudin Akili.

Terkait akan ada-nya laporan ke DKPP dan Polda Gorontalo, terhadap Bawaslu Kabupaten Gorontalo. Silahkan saja dan kami siap menghadapi-nya, karena semua warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Saya yakin dan percaya lembaga Bawaslu dalam hal upaya penanganan dan pengungkapan, khususnya tindak pidana pemilu selalu taat azas dan taat prosedur," tutur Wahyudin Akili.

"Sampai dengan hari ini kita one the track dan normatif dalam penanganan semua dugaan pelanggaran pemilu, termasuk kasus dugaan tindak pidana pemilu yang sementara ini ditangani. Maka kami menegaskan walaupun langit akan runtuh keadilan pemilu akan tetap kami tegakan," Sambung Wahyudin.Wahyudin Akili berharap, pada peserta pemilu dan partai politik, tetap memegang komitmen awal yang digaungkan secara terus menerus yaitu anti politik uang dan anti mahar politik.

”Kami tidak tebang pilih dan normatif dalam menangani kasus dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu dan akan menegakkan aturan sesuai ketentuan.

Wahyudin Akili sangat menyayangkan ada pihak-pihak yang diduga menghalangi penegakan money politik.

"Semangat kami sebagai penyelenggara pemilu, dalam mengungkap dugaan pelanggaran money politik sebagai upaya menciptakan pemilu berkeadilan dan berintegritas,”tegas Wahyudin Akili. ***