Baru  20 Persen Masyarakat Tahu Pemilukada Tahun 2020 Di Kabupaten Gorontalo

Baru  20 Persen Masyarakat Tahu Pemilukada Tahun 2020 Di Kabupaten Gorontalo

GOSULUT.ID - Kota Limboto - Informasi dari Komisi Pemilihan umum (KPU) Kabupaten Gorontalo melalui Ketua Rasyid Sayiu, bahwa pihak KPU telah siap untuk mensukseskan Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada ) Kabupaten Gorontalo yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 september 2020.

Rasyid Sayiu mengatakan,dengan segala upaya, KPU Kabupaten Gorontalo siap melaksanakan pimilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020.

Dirinya mengakui, dalam beberapa waktu kedepan pihak KPU akan terus bekerja lebih keras lagi.

Pasalnya, berdasarkan hasil survei saat ini, baru 20 persen dari total keseluruhan jumlah pemilih yang sudah mengetahui waktu pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Gorontalo.

”Pihak KPU akan terus melakukan penyebaran informasi pada seluruh masyarakat melalui berbagai wadah media sosial, website KPU termasuk media lainnya, bahwa nanti tanggal 23 sepetember 2020 akan ada pilkada di Kabupaten Gorontalo,” Kata Rasyid Sayiu, Sabtu (02/11) di taman budaya Kota Limboto.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyampaikan, akan ada sejarah baru lagi.Karena setiap lima tahunan kita semua di suguh-kan pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

”Oleh karena itu, sejarah ini kita buat dan laksanakan dengan baik. Apalagi momentum melahirkan pemimpin daerah untuk memimpin lima tahun kedepan. Masa depan daerah ini tergantung dari pelaksanaan pilkada tahun 2020,” Kata Sang Profesor

Kabupaten Gorontalo salah satu daerah terluas, banyak penduduknya dan pasti TPS terbanyak.Maka penyelenggaraan pemilu pasti membutuhkan tenaga, pikiran bahkan anggaran cukup besar.

”Selaku pemerintah daerah, terus mendukung ini. Dimulai dengan menetapkan NPHD kaitannya dengan anggaran, sejak awal oktober 2019. Alhamndulillah, baik Bawaslu maupun KPU tidak ada masalah dari sisi anggaran,” ucap Nelson Pomalingo.

Namun terkait sisi keamanan, saat ini Pemkab Gorontalo mulai membahasnya. Tepat-nya, minggu ini atau paling lambat minggu depan diselesaikan secara bersama.

Kemudian terkait tentang hasil survey, Kami akan selalu melakukan sosialisasi, karena memang benar hasil survei pemahaman masyarakat akan ada pemilu tahun 2020 itu baru kurang lebih  20 %.

”Saya kira masih ada waktu kita untuk terus menginfomasikan ini. Dan Insya ALLAH melalui Kesbangpol, termasuk camat dan kepala desa dapat member informasi pada masyarakat, guna mensukseskan pemilukada tahun 2020 sebagai momentum kita sekalian untuk membangun daerah kedepan,”Sambungnya.

Nelson Pomalingo mengharapkan pada pimpinan-pimpinan  partai, harus memahami tahapan-tahapan pemilu, karena melalui partailah melahirkan calon-calon termasuk juga menyampaikan pada seluruh simpatisannya, sehingga seluruh tahapan berjalan aman dan baik ,sukses serta benar –benar melahirkan pemimpin yang akan datang,”tandas Nelson Pomalingo.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid Tanthowi, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo DR. Supriyanto, Ketua KPU Provinsi Gorontalo Fadliyanto Koem dan Undangan lainnya.

Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi dalam penyampayan-nya, dalam kinerja KPU kedepan, pihaknya sangat menekankan profesionalitas KPU di daerah, dengan selalu menjaga nilai-nilai etik yang selama ini telah digariskan, yakni bekerja secara adil dan juga imparsial.

”Tidak boleh memihak pada salah satu calon, tak boleh memberi keuntungan atau merugikan salah satu pasangan calon. Kalau memang ada indikasi kuat KPU di daerah ini bermain-main, kami tentu akan memberikan sanksi tegas,” kata Pramono Ubaid.

Lebih lanjut Pramono mengungkapkan, sanksi tegas telah banyak dilakukan seperti yang terjadi di banyak daerah, yakni dengan melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

”Kalau KPU Kabupaten/Kota itu yang berhak untuk memberhentikan anggota DKPP, dan kita akan pro aktif. Jadi kita tidak akan melindungi seandainya ada teman-teman KPU di daerah yang bermain-main,” tandas Pramono Ubaid.

Olehnya, Pilkada tiga daerah di Provinsi Gorontalo tahun 2020 mendatang dapat berjalan dengan jujur, adil dan minim kecurangan dari semua pihak, baik dari penyelenggara pemilu, pasangan calon, masyarakat dan ASN sendiri misalnya.

”Kita berharap pilkadanya minim kecurangan, sehingga betul-betul hasil pilkada itu bisa diterima oleh masyarakat luas dan mendapatkan legitimasi politik yang kuat, sehingga pemerintahan hasil pilkada itu bisa bekerja dan melaksanakan pemerintahan dengan baik serta berkomitmen untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan yang bisa dirasakan dampaknya bagi masyarakat luas,”Tegasnya.***

 

Editor : Mnunu Tangguda