Baksos NKRI Dimasa Covid 19 Telah Mampu Melayani 67.127 KPM di Provinsi Gorontalo

Baksos  NKRI Dimasa Covid 19  Telah Mampu Melayani 67.127 KPM di Provinsi Gorontalo

GOSULUT.ID – Baksos NKRI Peduli ke-61 yang diisi dengan kegiatan penyaluran bantuan bahan pokok bersubsidi, serta bantuan benih jagung, dan ternak kambing digelar di Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (27/6/2020).

Karena sebelum merebaknya pandemi Covid-19 pada Maret 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo sudah menggelar bakti sosial (baksos) NKRI Peduli sebanyak 61 kali. 

Menurut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam sambutannya, berdasarkan amanah bapak Presiden, yaitu negara harus hadir di tengah masyarakat. Perintah itu sangat luas maknanya, tidak hanya hadir saja, tetapi harus datang memberi bantuan kepada warga yang terpapar Covid-19.

"Apalagi program utama pemerintah, bagaimana membantu warga yang terkena dampak Covid-19. Pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat, mulai dari bantuan langsung tunai maupun bantuan bahan pokok,"ujar RH.

Lanjut Rusli Habibie menyatakan, hanya satu yang diharapkan pemerintah, tolong patuhi dan taati protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Hal Ini semata-mata kami lakukan untuk melindungi rakyat yang ada di Provinsi Gorontalo," lanjut RH.

Selain bantuan bahan pokok bersubsidi, Gubernur Rusli Habibie juga secara simbolis menyerahkan bantuan benih jagung dan bibit ternak kambing. Kecamatan Boliyohuto memperoleh bantuan benih jagung untuk lahan seluas 1.047 hektar dari total alokasi bantuan untuk Kabupaten Gorontalo seluas 35.565 hektar. 

Sementara bantuan bibit ternak kambing untuk Kecamatan Boliyohuto sebanyak 13 ekor dengan total bantuan untuk Kabupaten Gorontalo sebanyak 89 ekor.

Jumlah penerima bantuan bahan pokok bersubsidi melalui baksos NKRI Peduli selama masa pandemi Covid-19, mencapai 67.127 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Khusus di Kecamatan Boliyohuto, jumlah penerima sebanyak 1.357 KPM.

“NKRI Peduli adalah program saya sejak dilantik Gubernur pada periode pertama tahun 2012 lalu. Bahan pokok ini harganya disubsidi dengan uang rakyat, satu paketnya seharga Rp200 ribu, dijual dengan harga Rp55 ribu. Tetapi karena pandemi Covid-19, bahan pokok ini kami gratiskan untuk rakyat,” ucap RH.***Hrs/hms