Bahas Solusi BBM dan Elpiji, Komisi II Datangi Pertamina Sales Area Sulutgo

Bahas Solusi BBM dan Elpiji, Komisi II Datangi Pertamina Sales Area Sulutgo

GOSULUT.ID - DPRD - Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas elpiji adalah satu mata rantai yang tidak bisa dipisahkan dalam memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Ketika dua kebutuhan tersebut mengalami kendala dalam pemenuhannya bisa dipastikan ini bisa menjadi penghambat pergerakan aktifitas ekonomi masyarakat.

Timbulnya kelangkaan elpiji dan antrian BBM di Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau pom bensin selalu menjadi masalah yang dihadapi provinsi Gorontalo. 

Terkait hal ini Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan dan pertemuan ke Pertamina Sales Area Sulawesi Utara – Gorontalo. Kamis (17/9/2020).

Ketua Komisi II, Espin Tulie menyampaikan agenda ini guna membahas soal quota BBM dan gas elpiji di Provinsi Gorontalo guna mendapatkan solusi agar hal ini tidak selalu menjadi masalah yang kerap timbul.

"Kami ingin mendapatkan solusi yang terjadi Gorontalo baik itu gas elpiji juga antrian panjang di SPBU, dengan pasokan BBM yg selalu tdk cukup di gorontalo dan Bagaimana pendistribusian BBM dari pertamina ke SPBU,"Ungkapnya saat dihubungi. Jumat (18/9/2020).

Aleg PDI-P ini mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut, pihak Pertamina menyampaikan berkeinginan melakukan workshop dengan pemerintah provinsi Gorontalo dan pihak terkait lainnya.

"Baik Gubernur, Forkopimda, Hiswana migas, dan para pemilik SPBU guna bersinergi mencari akar persoalan, sebagaimana disampaikan Fachrizal Imanuddin selaku Sales Area Manager Retail," Terang Espin

Ia melanjutkan, sebagaimana yang disampaikan Pertamina ke Komisi tersebut, tidak ada aturan yang membatasi masyarakat atau konsumen untuk membeli dan mendapatkan bbm dan elpiji.

"Kita semua paham dan sepakat bahwa salah satu pendorong bergeraknya ekonomi adalah BBM," sambungnya.

Olehnya jelas Espin, Pertamina akan melakukan pendataan konsumen berbasis digital sebagaimana yang telah dilakukan di Provinsi Sulawesi Utara.

"Konsumen yang akan membeli bbm akan terdata disistem yang ada di setiap SPBU. Tinggal bagaimana kesiapan jaringan di provinsi Gorontalo agar tidak menjadi kendala," Pungkasnya.

Editor: Harso Utiarahman