Apresiasi Kinerja Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Idris Hambrita : Jika ada Yang Bertentangan Dengan Aturan Buktikan Saja

 Apresiasi Kinerja Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Idris Hambrita : Jika ada Yang Bertentangan Dengan Aturan Buktikan Saja

GOSULUT.ID – KOTA LIMBOTO -Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ibnu Khaldun Cabang Gorontalo mengapresiasi proses rekrutmen dan seleksi panitia Pengawas pemilihan kecamatan (Panwascam) oleh Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Kamis (9/1/2020).

Hal ini dilihat dari transparansi dan juga keterbukaan pada pelaksaan proses setiap tahapannya.

Menurut Ketua Komisariat Ibnu Khaldun HMI Cabang Kota Gorontalo,Idris Hambrita mengatakan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  merupakan organisasi kemahasiswaaan, mengingat mahasiswa sebagai agen pengontrol dan agen perubahan, termasuk dalam mengawal nilai-nilai demokrasi.

"Selama ini kami mengikuti dan menilai proses seleksi Panwascam untuk Pilkada 2020 yang dilaksanakan secara terbuka oleh Bawaslu. Dan diikuti masyarakat dari berbagai latar belakang yang diperbolehkan  mengajukan diri menjadi Anggota Panwascam," Jelas Idris Hambrita.

Ia menilai apa yang dilakukan Bawaslu saat ini sangatlah tepat dengan melakukan berbagai tahapan dalam perekrutan anggota Panwascam untuk 19 Kecamatan.

"Menilai pencegahan yang dilakukan Bawaslu sudah tepat karena upaya secara masif dalam melakukan sosialisasi Pengawasan tahapan Pilkada 2020 di 19 Kecamatan se Kabupaten Gorontalo serta keterbukaan informasi Bawaslu sangat informatif, hal ini dapat kita cermati baik melalui fans page, website dan berbagai media sosial Bawaslu," ujar Idris Hambrita

 

Maka apa yang dilakukan Bawaslu saat ini sudah sangat tepat dalam prosesnya rekrutmen Panwascam.

 

" Kami mahasiswa sebagai agen pengontrol mengapresiasi kinerja Bawaslu dalam proses rekrutmen Panwascam yang dilaksanakan sesuai ketentuan diantaranya tahapan sosialisasi, seleksi administrasi, sistem ujian Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara," ujar Idris Hambreta.

 

Lebih lanjut, Ketua Ketua Komisariat Ibnu Khaldun menyatakam tidak menutup kemungkinan akan ada ocehan simpang siur dari berbagai elemen masyarakat akan tetapi dalam kehidupan sosial itu biasa saja. Jika memang terdapat pelanggaran oleh Bawaslu, kiranya diproses sesuai prosedur dan bukti yang ada.

 

" Buktikan saja jika memang ada hal yang bertentangan dari aturan, jangan sampai sikap kontra terhadap hasil seleksi Panwascam itu malah memicu hoaks ujaran kebencian yang tanpa bukti ," ucap Idris sambil tersenyum kecil.

 

Idris kembali menegaskan, bahwa apa yang dilakukan Bawaslu selama proses perekrutan panwascam menurutnya, sudah transparan dan profesional.

 

" Bawaslu sudah membuka ruang terbuka bagi masyarakat untuk mengakses maupun mendapatkan informasi. Bahkan Bawaslu menyediakan ruang sanggah yang sengaja dijadwalkan Bawaslu Gorontalo selama empat hari (12-15 Desember 2019). Tujuannya untuk menerima saran dan masukan masyarakat terhadap nama-nama calon anggota panwascam yang telah mendaftar ". tegas Idris

 

Terakhir, Idris Berharap pada berbagai pihak bisa menciptakan suasana yang harmonis dalam kehidupan demokrasi.

 

" Harapanya berbagai pihak bisa menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, tentu ini sebagai upaya untuk mencerdaskan masyarakat yang sekiranya pandai-pandailah memelihara nilai-nilai demokrasi. Yakin usaha sampai bersama kita sukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo," harpanya.***

Editor : Alwin Ibrahim