Alat Pengurai Sampah Plastik Jadi BBM, Prof.Nelson Pomalingo : Puji Komunitas Kambungu Beresi

Alat Pengurai Sampah Plastik Jadi BBM, Prof.Nelson Pomalingo : Puji Komunitas Kambungu Beresi

Liputan Redaksi

Editor : Mnunu Tangguda

www.gosulut.id  - Limboto - Komunitas Kambungu Beresi Kabupaten Gorontalo ikut ambil bagian dalam kegiatan Nelson Masuk Desa (NOMADE) di Kecamatan Asparaga. Bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Mohiyolo, Komunitas Lingkungan itu memperkenalkan alat yang disebut Pirolis, sabtu (07/09).

Pirolis sendiri merupakan sejenis alat yang dapat digunakan untuk memproses sampah plastik menjadi tiga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yakni Premium, Solar, dan Minyak Tanah.

Panglima Komunitas Kambungu Beresi Kabupaten Gorontalo, Sugandi Hamzah mengatakan, hal itu dilakukan mengingat sampah plastik yang ada dapat mempengaruhi keseimbangan lingkungan.

"Sampah plastik ini memberikan dampak baik dari pertanian atau pekarangan, sungai, danau, bahkan laut. Untuk itu kita berpikir bagaimana cara mengurangi sampah plastik ini," Jelasnya.

Lebih lanjut, Sugandi Hamzah menjelaskan, bahwa sebelumnya BBM yang dihasilkan alat Pirolis telah dilakukan uji coba. Hasilnya, semua bahan bakar minyak yang ada dapat digunakan.

Ditempat yang sama, Ketua Pokja perubahan Iklim yang juga Kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo, Cokro Katili menambahkan, hal ini merupakan bentuk komitmen dalam upaya pengurangan sampah plastik di Kabupaten Gorontalo.

"Kita tidak melihat keunggulan dari BBM yang dihasilkan oleh alat pirolis, tapi kita melihat komitmen dalam mengurangi sampah plastik. Karena sampah plastik harusnya jadi musuh kita bersama," tuturnya.

Kaitannya dengan hal ini, Bupati Gorontalo, Prof.Nelson Pomalingo mengaku telah meminta Badang Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) untuk melakukan analisis terhadap kualitas BBM yang dihasilkan serta kekurangan dari alat pirolis.

"Kemudian dianalisis juga untung dan ruginya penggunaan alat pirolis baik dari sisi ekonomi dan ekologi," Sambungnya.

Sang Profesor menambahkan, setelah adanya hasil analisis dari Balitbang tersebut, akan menjadi faktor pertimbangan selanjutnya dalam menentukan layak dan tidaknya alat pirolis menjadi program di setiap desa di Kabupaten Gorontalo.

"Dengan demikian masyarakat dapat mengolah hasil sampah menjadi BBM,"Tambahnya.

Sang Profesor menambahkan, bahwa Komunitas Kambungu Beresi tak hanya melakukan bersih-bersih lingkungan di setiap desa di daerah ini. Namun bagi Saya, kini komunitas KAMBERS dapat menciptakan satu ide yang luar biasa guna mengurangi sampah plastik.

"Saya sangat bangga dan menyampaikan terima kasih atas kontribusi Kambungu Beresi terhadap pembangunan daerah khususnya didalam bidang lingkungan,"tegas Sang Profesor yang saat ini dipercayakan rakyat memimpin Kabupaten Gorontalo menjadi sebuah Wajah Baru yang menjadi daya tarik bagi siapa saja datang di Provinsi Gorontalo.***