Aktifis Pemerhati Korupsi Di Provinsi Gorontalo Desak Kejari Kabupaten Gorontalo Tahan Tersangka Abrasi Biluhu  

Aktifis Pemerhati Korupsi Di Provinsi Gorontalo Desak Kejari Kabupaten Gorontalo Tahan Tersangka Abrasi Biluhu  

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

 

 

GoSulut.Id – Limboto - Kembali Aktifis Pemerhati Korupsi di Provinsi Gorontalo mempertanya-kan kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo yang sampai saat ini, belum berani menahan para tersangka kasus Abrasi Pantai Biluhu yang di duga melibatkan SP Mantan Kabid SDA yang sekarang sebagai Kabid Binamarga PU Provinsi Gorontalo dan AHN selaku Kontraktor.

Pertanyaan ini mulai mencuat kembali, karena sudah dua bulan lebih, tersangka dan barang bukti belum di limpah-kan ke Pengadilan Tipikor.

”Ada apa sebetulnya, apakah kasus ini tidak layak, sehingga pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo belum menahan para tersangka itu, jangan sampai rakyat berpikiran negatif terkait persoalan yang di duga sudah merugikan uang negara” Jelas Lsm Gempur  Hi. Ufan Bobihoe, kamis (14/2)

Kita ketahui bersama, pada 19 November 2019 semua media online dan cetak memberitakan penetapan Kasus Korupsi Abrasi Pantai Biluhu di Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, tapi sampai saat sekarang tidak jelas kelanjutannya.

”Kami khawatir, bila para tersangka hanya di biarkan berkeliaran di luar, diduga jangan sampai mereka menghilangkan barang bukti, kemudian akan melarikan diri serta  melakukan perbuatan serupa dalam tugas sebagai  PNS, apalagi saat sekarang SP masih menjabat Kabid Binamarga dan Kontraktor-pun akan mengulangi perbuatannya kembali dalam hal yang sama, karena saat sekarang sudah akan di mulai proses pelelangan proyek pemerintah ” Tegas Hi.Ufan Bobihoe.

Secara terpisah Ketua Serikat Pemuda Anti Korupsi  Rahmat Mamonto menyatakan, kami mendesak pihak Kejaksaan segera melakukan penahanan Tersangka Kasus Abrasi Pantai, jangan biarkan persoalan tesebut berlarut larut, sebab hanya menjadi pemahaman kurang baik di mata rakyat pada isntitusi Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo.

”Lagi pula, saat sekarang banyak persoalan kasus korupsi di Provinsi Gorontalo yang tidak jelas penyelesaian-nya, tak perlu di tambah lagi dengan deretan kasus Abrasi Pantai Biluhu” Jelas Rahmat Mamonto, kamis (14/2)

Disatu sisi dugaan terhadap kerugian negara pada pekerjaan proyek Abrasi Pantai di Desa Biluhu Tengah Kecamatan Biluhu Kabupaten Gorontalo ditahun 2017 dengan total anggaran Rp 1.268.477.000.

”Berdasarkan hasil audit BPK Provinsi Gorontalo, negara merugi sebesar Rp 380.543.100 yang di kerjakan oleh Cv Tri Karya Darma, sesuai penyampayan Kejari Limboto Dr. Supriyanto saat Jumpa Pers beberapa waktu lalu” Kata Rahmat Mamonto seperti di lansir media beberapa bulan kemarin.***