Akibat Stunting Bupati Prof. Nelson Pomalingo Sering Jadi Pembicara DiTingkat Nasional

Akibat Stunting Bupati Prof. Nelson Pomalingo Sering Jadi Pembicara DiTingkat Nasional

Laporan Wartawan WWW.SULUT,ID, Alwin Ibrahim

Editor : Irfan Ceper

 

 

 

 

GoSulut.Id -Jakarta-  Kabupaten Gorontalo,  menjadi salah satu percontohan, karena berhasil menurunkan angka stunting cukup signifikan.  Saat ini Kabupaten Gorontalo sedang menjadi pilot project dari Kementerian Kesehatan terkait pencegahan stunting secara Nasional.

Inovasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Kesehatan terintegrasi dengan OPD terkait dalam mengatasi stunting. Telah menjadi rujukan nasional, melalui Kementrian Kesehatan. Pada tahun kemarin sudah mengambil data statistik yang untuk dipelajari, karena mereka sangat tertarik dengan inovasi-inovasi Pemkab Gorontalo dalam mengatasi stunting.

Beberapa program inovasi strategis yang diadopsi, diantaranya wisuda balita, arisan donor darah,( Si Dora), saung germas, syiar germas yang dilakukan di masjid- masjid, pekan sayang ibu dan anak (PSIA) , Pemberian makanan tambahan ( PMT) bagi balita dan ibu hamil yang dimotori Tim penggerak PKK, gema penting.

Dengan Prestasi ini pun,  Kemenkes sudah mengharuskan Kabupaten/Kota di Indonesia  mengikuti program yang sudah berjalan di Kabupaten Gorontalo.

Inovasi ini membuat, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo kerap diminta menjadi narasumber di Bapenas, di Kementerian, dan di beberapa instansi lain terkait penurunan angka stunting di Kabupaten Gorontalo.

Hari selasa ( 30/04), kembali, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo diundang oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, sebagai narasumber pada Destiminasi Produk Pengetahuan Advokasi Penanggulangan Kemiskinan di Daerah dengan tema arah kebijakan dan stategis penanganan stunting di Kabupaten Gorontalo.

Selain Bupati Nelson, ada narasumber lainnya yakni, Bupati Pasaman Barat, Sekda Lombok Utara,  perwakilan Wali Kota Surabaya, Wali Kota Bandung, Trenggalek dan Banyumas, selasa ( 30/04) di JS Luwansa hotel  conference center Jakarta Pusat.

Lanjut Nelson Pomalingo dalam materi-nya, penurunan angka stunting di Kabupaten Gorontalo memang sangat signifikan. Pada tahun 2013, angka stunting di Kabupaten Gorontalo masih berada di angka 40 persen. Ketika inovasi yaitu pada tahun 2015 angka tersebut turun menjadi 37 persen.

Bahkan, kata Bupati Nelson,  tahun 2016 menjadi 32 persen, serta tahun 2017 berada di angka 24 persen.

"Sangat drastis, sebab pada tahun 2018 justru turun lagi hingga mencapai angka 5 persen. Hanya memang pencegahan dan penanganan stunting ini tidak dalam waktu singkat. Butuh waktu bertahap, tetapi apa yang kami capai memang sangat cepat sekali,” papar Bupati Nelson Pomalingo bertangan dingin pada kegiatan itu.

Apa yang dicapai Pemerintah Kabupaten Gorontalo memang sangat signifikan. Tapi, bukan hanya angka stunting yang menurun drastis, kemiskinan pun berbarengan turun dalam tiga tahun terakhir.

" Strategi Penurunan Stunting, sejak tahun 2014  s/d Tahun 2018, diantaranya Tim G-Gas, PSIA, Wisuda Balita, Saung Germas, Syiar Germas, Si Dora, Gema Penting, Pokja Stunting serta diperkuat oleh Dukungan Regulasi dan Dukungan Anggaran, " tandas Nelson Pomalingo.***