Akibat Gejolak Dan Reaksi Pedagang Sekitar Taman Budaya, Asisten III Hen Restu Turun Tangan

Akibat Gejolak Dan Reaksi Pedagang Sekitar Taman Budaya, Asisten III Hen Restu Turun Tangan

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

www.gosulut.id - Limboto - Pemerintah lewat Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo melakukan pertemuan dengan para pedagang kaki lima sekitar Taman Budaya dan Pakaya tower, untuk membahas relokasi tempat dagangan, kamis (15/08).

Sebelumnya, para pedagang ini menempati jalur taman Pakaya Tower, kini di relokasi ke jalur eks kantor kejaksaan tepatnya di depan kantor Camat Limboto dan Kantor Dinas Kominfo.

 

Alasan relokasi ini, yakni dengan adanya pembangunan tahap 2 taman budaya, dan jalur yang sebelumnya di tempati para pedagang akan di bangun air mancur.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Asisten III, Kadis Perhubungan,Kadis PU, Kasat Pol-PP dan Sekretaris Kominfo serta para pedagang kaki lima.

 

Dalam pertemuan itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Syamsul Bahrudin menjelaskan, bahwa pembangunan Taman Budaya tahap I dan II sudah diprogramkan dalam RPJMD, sehingganya mau tidak mau harus segera di bangun.

"Pembangunan taman budaya tahap 2 area sekitar terowongan menara akan disterilkan. Dan tidak ada kegiatan di terowongan menara, sebab disitu akan di bangun taman air mancur,"ucap Syamsul Baharudin.

Sebelumnya, kata Syamsul lewat rapat internal pemerintah akan agendakan pertemuan dengan para pedagang, namun terjadi miscomunikasi.

"Akibat miscomunikasi,sehingga sebagian besar Pedagang Kaki Lima (PKL), di jalur Pakaya Tower tidak mengetahui adanya pembongkaran pada tanggal 14 Agustus 2019,"tegas Syamsul Baharudin.

 

Usai melihat lokasi bersama para pedagang. Asisten III Hen Restu mengatakan, walaupun sebelumnya sempat terjadi miskomunikasi, namun hal ini sudah di atasi lewat pertemuan bersama.

 

" Setelah mereka ke lapangan bicara bersama akhirnya mereka menyepakati lokasinya yang pemerintah tentukan, sekitar kantor camat Limboto dan Dinas Kominfo, namun gerobak mereka ditempatkan di lokasi samping Kominfo tepatnya di lahan kosong,"Sambungnya.

 

Hen Restu menambahkan, pastinya kita semua satu rahim, antara pemerintah maupun pedagang, dan jika ada hal-hal seperti ini, harus di komunikasikan dengan baik.

"Jadi tidak ada masalah lagi, kan kita semua sudah bertemu, kalau sudah bertemu seperti sekarang, maka lakukan komunikasi yang baik, biar semua selesai persoalan," tutur Hen Restu.***