Akhirnya SH alias Sahmid Penuhi Panggilan Bawaslu Kabupaten Gorontalo

Akhirnya SH alias Sahmid Penuhi Panggilan Bawaslu  Kabupaten Gorontalo

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Akhir-nya SH alias Sahmid, oknum Ketua Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, penuhi panggilan   Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo.

Atas dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu yang terjadi di saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) TPS 2 Desa Isimu Raya Kecamatan Tibawa.

Usai di mintai klarifikasi oleh Bawaslu, SH alias Sahmid yang juga sebagai Oknum Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo menyampaikan, menyerahkan sepenuhnya semua proses yang sedang berjalan saat ini ke pihak Bawaslu.

"Kehadiran di tempat ini, guna menghadiri undangan Bawaslu, terkait klarifikasi peristiwa PSU di wilayah Tibawa. Terkait  semua tudingan tersebut, saya serah-kan sepenuhnya sama Bawaslu untuk proses selanjutnya,"Sambung-nya.

Kata Sahmid, tentang pemeriksaan baru selesai di jalani-nya. Ada kurang lebih 20 pertanyaan, yang di tanyakan oleh Bawaslu pada saya.

”Semuanya sudah saya jawab. Selaku warga Negara yang baik dan juga sebagai peserta pemilu, tentu saya sangat menghormati apa yang menjadi temuan dan dugaan Bawaslu pada peristiwa kemarin pada PSU,”ucap Sahmid.

Secara terpisah, waktu ditemui di ruang kerjanya, Anggota Bawaslu Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Moh. Fadjri Arsyad, S.Pd,MH membenarkan, pihaknya telah meminta klarifikasi saudara SH.

"Kami telah memintai keterangan klarifikasi pada saudara SH, sebagai orang yang di sebutkan namanya pada saat investigasi kita, beberapa hari yang lalu. Dan hari ini SH, sudah menghadiri undangan tersebut. Maka kami sudah mengajukan beberapa pertanyaan, terkait keterlibatan nama SH alias Sahmid pada saat PSU TPS 2 di Desa Isimu Raya," tegas Moh. Fadjri Arsyad, S.Pd,MH.

Kami juga berharap pada Saudara SD alias Sumitro atau Ka'Nuju untuk bisa Koperatif untuk memberikan keterangan sebagai saksi Kunci.

"Saudara SD alias Ka Nuju bisa koperatif memenuhi undangan Bawaslu, terkait dimintai keterangan klarifikasi dugaan pelanggaran pemilu, dalam hal membagikan uang pada pemili. Apabila saudara SD atau Ka Nuju tidak koperatif, kami Bawaslu hanya ingin menyampaikan, bahwa ke-tidak –hadiran, tidak menghambat proses penanganan tindak pidana pelanggaran  pemilu. Karena dalam penanganan pelanggaran, ada yang disebut absensia, malah dengan tidak hadir dianggap membenarkan pelanggaran pemilu tersebut," tegas Moh. Fadjri Arsyad, S.Pd,MH.***