Aduan Lsm LP3G Soal Proyek Pasar Sentral, Komisi 3 Gelar RDP

Aduan Lsm LP3G Soal Proyek Pasar Sentral, Komisi 3 Gelar RDP

GOSULUT.ID - Komisi 3 DPRD Provinsi Gorontalo Bidang Perencanaan dan Pembangunan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihadiri LSM LP3G, BP2JK, Balai Prasarana Permukiman Gorontalo. Senin (12/10/2020).

RDP ini dalam rangka menindaklanjuti Aduan dari LSM Lembaga Pengawas Pemerintahan Provinsi Gorontalo (LP3G) soal hasil lelang proyek pasar sentral.

Ketua Komisi 3 Thomas Mopili usai RDP menyampaikan LP3G atas bukti-bukti yang dimiliki bahwa PT. Fatimah Indah Utama (PT. FIU) selaku pemenang tender pelaksanaa pembangunan pasar sentral Kota Gorontalo, bermasalah hukum.

"Disampaikan bahwa pada tahun 2010 perusahaan tersebut tersandung masalah hukum dan direkturnya sempat dihukum penjara," ujarnya.

Tapi disatu sisi Pokja berkeyakinan dengan adanya surat dari pengadilan Tinggi Makassar bahwa perusahaan tersebut telah membayar denda sebesar 100 juta ke pengadilan dan dibebaskan.

"Sehingga mereka (PT.FIU) bisa mengikuti proses tender," kata Aleg dari Partai Golkar ini.

Lebih lanjut dikatakan, untuk memastikan hal ini ia bersama aleg-aleg komisi 3 akan ke Makassar untuk mengkonfirmasi langsung ke LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah) sebagai lembaga yang melaksanakan pengembangan, perumusan, dan penetapan kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

"Lembaga (LKPP) ini juga yang memutuskan apakah perusahaan tersebut di black list atau tidak berdasarkan usulan PPK," imbuh Thomas.

Hasil konfirmasi langsung ke LKPP akan ditindaklanjuti dengan mengeluarkan rekomendasi apakah perusahaan tersebut tetap akan melanjutkan pembangunan pasar sentral atau tidak.

"Setelah dari Makassar, insyaallah Senin depan kita akan gelar rapat kembali untuk memutuskan dan merekomdasikan lanjut atau tidaknya PT. FIU membangun pasar sentral," tandasnya.

Editor: Harso Utiarahman