Ada Apa Seorang Kadiknas Tak Mengetahui Alasan Pemindahan SDN II Bulila

Ada Apa Seorang  Kadiknas Tak Mengetahui Alasan Pemindahan SDN II Bulila

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

 

www.gosulut.id – Limboto - Ribuan siswa SDN II Bulila terpaksa akan menambah jarak tempuh mereka, karena bangunan sekolah mereka terpaksa dipindahkan, kurang lebih 2 kilometer dari bangunan lama.

Belum lagi akses jalan menuju kelokasi sekolah yang baru, lokasinya masuk gang. Padahal sekolah itu sudah representative melalui penilaian kementrian pendidikan pusat. Karena terbukti sekolah itu pernah di nobatkan sebagai Sekolah berstandar nasional, bahkan internasional.

Plt Kadiknas Abdul Waris menjelaskan, bangunan sekolah itu terpaksa dipindahkan karena alasan teknis. Dimana bangunan lama sudah tidak bisa digunakan, karena struktur bangunannya sudah tidak kuat.

"Saya mendengarnya begitu. Bangunan itu bekas terbakar, Jadi mungkin karena alasan itu," jelas Abdul Waris, rabu (7/8/).

Dari sisi bangunan yang baru, menurut informasi beredar saat ini, sudah melalui pembahasan yang cukup matang, sehingga kajian akademisnya ada dalam memindahkan bangunan sekolah baru tersebut.

”Soal bangunan lama akan digunakan sebagai sarana kecamatan atau desa lainnya, namun tetap harus dipugar. Karena itu tadi, struktur bangunannya dikhawatirkan sudah tidak kuat, kalau dikemudian hari ambruk,”Sambungnya.

Abdul Waris menjelaskan, jadi kondisinya sesuai dengan hasil uji kelayakan. Dan sudah tidak layak sekolah itu. saya ndak tahu apa kondisinya kenapa dipindah sekarang cuma yang posisi dipindahkan sekarang ini itu sudah siap.

”Saya secara kronologis tidak tahu persis apa alasannya dipindahkan, Insya ALLAH kalau masih ada waktu sebentar ini saya langsung ke situ, meskipun sebelumnya kepala sekolahnya sudah di undang, cuma belum terekam ke saya apa alasannya pindah,” ucap Abdul Waris.

Nantinya Saya akan meeting bersama pihak pihak terkait dulu, guna kejelasan semua itu, apakah bangunan awal di alih fungsikan untuk apa.

”Saya mau cross check semuanya dengan korwil, termasuk pemerintah setempat, seperti Kepala Desa dan Camat. Kami akan bertanya tentang alih fungsi bangunan dimanfaatkan untuk apa, kalau akan alih fungsi ke desa tentukan kita akan melibatkan aset untuk pengalihan,"kata Abdul Waris.***