Adakah Korupsi Di Gorontalo

Adakah Korupsi Di Gorontalo

= Salam Redaksi =

Mencermati situasi daerah dari tahun 2018 dan masuk awal 2019, di kedai kedai kopi dan group WhatsApp, orang masih membicarakan lambat-nya penanganan kasus koruspsi di Provinsi Gorontalo. 

Penuntasan kasus korupsi di daerah, bagai bola api yang sangat panas, semua terjebak dalam sebuah perangkap, yang masing masing mencari jalan keluar-nya, dengan dalil berupa-rupa warna-nya.

Desakan pada institusi tentang barbagai kasus yang tak kunjung selesai, kini mencuat lagi, baik di institusi kejaksaan dan kepolisian.

Menjadi pembicaraan hangat di para kalangan pengiat anti korupsi, mahasiswa, pers dan masyarakat, bahkan sampai di kedai kedai kopi di Provinsi Gorontalo.

Kelihatan lembaga di bilang superbodi, terasa hanya mengamati daerah daerah di ujung timur Indonesia, apakah lembaga hukum masih bekerja atau hanya sekedar mengikuti pesanan orang tertentu?

Pasti jawaban yang keluar dari bapak penegak hukum, kami sudah bekerja secara profesional dan kemarin baru di tetap-kan tersangka, kasus korupsi anggaran 500 Juta dan kasus sapi oleh kades.

Ketika para pengiat anti korupsi mempertanyakan kasus kasus besar, pasti jawaban kurang cukup bukti. Namun paling tidak, para penegak hukum yang masih memiliki hati nurani hanya bisa diam saja, karena bila tak loyal, pasti harus lengser dari jabatan.

Opini demikian terus bergulir, terasa ada, tapi sulit di buktikan, sebab ibarat seperti bau kentut yang menyengat di hidung orang sekitar, tapi sulit di buktikan. Apa-kah model penegakan hukum di negara kita sudah demikian.

Kenapa demikian, sebab saling curiga dan sudah tak saling percaya, terus mengisi hati para pemangku kepentingan saat ini.

Akibat dari kepastian penegakan hukum, sudah sangat sulit di dapat, sehingga yang ada hanya sebuah cerita dongeng, yang menjadi bahan lelucon di kedai kedai kopi dan para masyarakat pengiat anti korupsi.

Menjadi perhatian masyarakat, tentang penanganan 10 kasus besar hasil supervisi KPK RI di dalam, ada dugaan kasus GORR, Dana Bansos dan pembangunan kantor DPRD Kabupaten Gorontalo mangkrak, sudah beberapa tahun lalu tak selesai.

Di tambah lagi kasus kasus yang di lapor para lsm pengiat anti korupsi di polres dan polda serta kejaksaan di tahun 2018, semua membutuh-kan kerja ekstra para penegak hukum untuk di selesaikan di 2019.

Akibat lapor melapor, semua sudah terjebak dalam permainan saling sandra, maka akhir-nya cerita seorang sahabat mengatakan, kini cerita pete cingkeh rame rame dan jatuh juga rame rame, menjadi tontonan kita kedepan di 2019.

Bila sudah demikian keadaan di Provinsi Gorontalo, maka saat-nya semua pemerhati korupsi dan pemangku kepentingan lain-nya, mari dukung kejaksaan dan kepolisian selesaikan semua kasus di 2019 tanpa tebang pilih.

Jika sampai 2019, semua kasus yang sudah merugikan uang rakyat tak selesai, maka KPK harus segera mengambil alih semua kasus korupsi, karena lemah-nya penegakan kasus korupsi di daerah.

= Salam Redaksi =