9 Milyar Hutang BPJS Di RSU M Dunda

9 Milyar Hutang BPJS Di RSU M Dunda

Limboto – gosulut.id - Sejak dilantik menjadi Direktur RSU Limboto Natsir Mawardy Abdul, berkeinginan rumah sakit ini, menjadi terbaik. Dan menerapkan sistim IT dalam melakukan pelayanan secara adminitrasi, sehingganya sumber daya manusia di rumah sakit, terus di benahi, guna mempermudah sistim pelayanan, biar semuanya terasa mudah. Nantinya, masyarakat bisa mengakses segala sesuatunya secara mudah, terkait tentang kebutuhanya dalam pelayanan kesehatan, kata Natsir Mawardy Abdul, senin(!9/11)

           Namun menjadi kendala sekarang ini, bagaimana memikirkan tungakan BPJS Pusat yang sudah mencapai 9 Milyar, sehingganya pihak RSU, agak keteter dalam pelayanan. Maka sulusinya, kami berharap pihak ketiga dari perusahan obat, tidak mengunci order obat selanjutnya. Jika pihak perusahan mengunci, maka pihak pasien, membeli obat obat bhp diluar dan rumah sakit  akan mengantinya, tapi jadi mahal.

”Apalagi biaya operasional rumah sakit besar, soal jasa pelayan dapat ditunda pembayarannya, tapi obat bhp, makan pasien dan persoalan listrik serta air, hal itu tak bisa ditunda. Maka kami berharap, bisa ada suntikan dana dari pemerintah daerah, guna menangulangi tungakan yang sering terjadi oleh BPJS” Kata Natsir

 Lanjut Natsir pada gosulut.id diruang kerjanya mengatakan, kalau dulu, sistim pelayanan di rumah sakit M Dunda masih manual, sekarang para pasien hanya menunjukan Nik-aja, sudah terisi data pasien, sehingga pelayanan cepat, merupakan komitmen bersama kami di  Rumah Sakit M  Dunda.

”Sistim ini, pihak rumah sakit bekerja sama dengan CAPIL Pusat, bahkan kedepan, hanya dengan sidik jari, para pasien dapat pelayanan, demikian juga para pasien bisa mendaftar melalui online, agar nantinya, pasien sudah bisa mengatur jam berobatnya” Unkap Nasir

Diakhir penyampayan-nya menjelaskan,  metode demikian, tujuannya mempermudah pelayanan untuk rakyat dan satu satunya rumah sakit di Indonesia yang bekerja sama dengan capil melakukan pelayanan seperti ini sejak 2017.

”Diharapkan sumber daya manusia bisa mencapai,  Sehat, Cerdas dan Bermartabat,sehingga di harap SDM di rumah sakit bisa berkompetisi dengan rumah sakit lainnya, apalagi di era digital saat ini,  memang dilihat dari RSU M Dunda Kelas B, belum maksimal, terutama para dr ahli, seperti dr bedah masih kurang, dr jiwa dan dr bedah mayat, maka pihak rumah sakit menyekolahkan dr jiwa dan dr forensik, tapi yang mengambilnya hanya dr jiwa di bantu pihak rumah sakit untuk pendanaannya”tuturnya. (Mnt-kolonglangit)