26 Aparatur Ikuti Bimtek Sistem Informasi Pembangunan Daerah

26 Aparatur Ikuti Bimtek  Sistem Informasi Pembangunan Daerah
26 Aparatur Ikuti Bimtek  Sistem Informasi Pembangunan Daerah

Limboto – gosulut.id - Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui badan perencanaan daerah melaksanakan sosialisasi Penginputan Sistem Impormasi Pembangunan Daerah (SIPD) tahun 2018 tingkat Kabupaten Gorontalo.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo Cokro Katili menjelaskan, salah satu persoalan yang dihadapi dalam tahapan pendahuluan monitoring dan evaluasi program pembangunan daerah oleh pemerintah pusat, tidak terintegrasi dengan baik program -program yang dijalankan pemerintah daerah pada pemerintah pusat, senin (10/12) di kantor BAPPEDA Kabupaten Gorontalo.

Terkadang pemerintah pusat menilai, pemerintah daerah tidak respon, terhadap arah kebijakan program prioritas pemerintah pusat. Oleh karenanya SIPD, seperti jembatan penghubung informasi pembangunan daerah pada pemerintah pusat, secara online, terkoneksi dengan pemerintah pusat, yakni Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri,  sehingga di kesempatan ini, kami melaksanakan Sosialisasi Penginputan SIPD.

"Bertujuan, terbangunnya pemahaman teknis, terkait pengoperasian SIPD lingkup Pemerintah Kabupaten Gorontalo,sehingga proses Updating data, dapat berjalan lancar dan tepat waktu," Jelas Cokro Katili.

Selain itu, Kata cokro, teknologi SIPD sangat penting dan diperlukan untuk mengevaluasi program pemerintah, seperti program kerja yang tertuang dalam RPJMD.

Melalui penyajian data muktahir, berupa sistem SIPD,tentunya akan mensupport keakuratan data dan informasi, nantinya kebijakan pemerintah, mulai dari tingkat provinsi, pemerintah kabupaten, sampai tingkat kecamatan,desa dan kelurahan, data yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu Asisten I Drs.Selmin Papeo mewakili Bupati Gorontalo, saat membuka kegiatan ini menuturkan, kegiatan ini sangat penting, ketika menyongsong, tata kelola dan pembangunan pemerintah daerah

Nantinya, SIPD sangat berperan penting, dalam memberi informasi dan data baik, pada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,sebagai bahan koordinasi dalam pengambilan keputusan yang tertuang dalam pelaksanaan RPJMD.

Maka pemerintah, paling tidak, memiliki informasi, data valid dari tingkat desa, hingga kabupaten, pemerintah provinsi, terinformasi dan terexpose secara maksimal pada  pemerintah pusat.

"Artinya data valid, saling terkoneksi, dari tingkat bawa hingga kepusat dan terexpose dengan baik serta dapat di pertangung jawabkan" Tutur Selmin Papeo.

Lanjut Bupati Nelson Pomalingo melalui Asisten I, melalui Pembuatan RPJMD berdasarkan basis data dan informasi keberlanjutan, maka data mata rantai itu, tidak dapat diputuskan dan pijakannya di bappeda.

Oleh karena itu, Melalui bimtek ini peserta diharapkan mendapatkan pemahaman baru dan pengetahuan.

" Ini bisa membawa suasana baru,  bagian teknis, tentang mekanisme pelaporan, lebih efektif dan efisien, kedepan dapat menjadi salah satu contoh, oleh pemerintah pusat,  tentang pengumpulan data yang lengkap oleh pemerintah pusat," Tandasnya Selmin Papeo.

Dalam bimtek kali ini, nara sumbernya Ditjen Bina Bagda Kemendagri RI yaitu analisis data dan informasi perencanaan pembangunan daerah. Dihadiri 26 orang aparatur perencanaan/petugas pengelola sistem informasi pembangunan daerah Kabupaten Gorontalo. (ih-04)